Mukomuko, 4 Juni 2023 - Janji-janji yang diusung oleh Bupati Mukomuko, Sapuan, dan Wakil Bupati, Wasri, selama kampanye Pilkada ...
Mukomuko, 4 Juni 2023 - Janji-janji yang diusung oleh Bupati Mukomuko, Sapuan, dan Wakil Bupati, Wasri, selama kampanye Pilkada 2019 hingga saat ini belum terealisasi, meninggalkan kekecewaan di kalangan masyarakat. Salah satu fokus utama yang belum terwujud adalah perbaikan jalan usaha tani dan pembangunan pelabuhan.
Pada kampanye, Bupati Mukomuko berjanji akan memperbaiki jalan usaha tani yang menghubungkan area pertanian, namun hingga saat ini belum terlihat perbaikan yang signifikan. Kondisi jalan yang rusak masih menghambat aktivitas pertanian dan distribusi hasil panen. Masyarakat merasa prihatin dengan kurangnya perhatian yang diberikan pada sektor pertanian dan pembangunan infrastruktur yang mendukungnya.
Selain itu, janji pembangunan pelabuhan juga masih menjadi catatan kegagalan Bupati Mukomuko. Dalam kampanye Pilkada 2019, Bupati Sapuan menekankan pentingnya hubungan kuat dengan pemerintah pusat untuk mewujudkan pembangunan pelabuhan yang memadai. Namun, setelah tiga tahun memimpin, tidak ada kemajuan atau pembangunan yang signifikan yang dapat diperlihatkan.
Kegagalan dalam merealisasikan janji-janji kampanye tersebut memunculkan kekecewaan di kalangan masyarakat Mukomuko. M. Toha, Ketua LP-KPK Mukomuko, mengkritik kinerja Bupati dan menyampaikan kekecewaannya. Menurut Toha, tidak ada upaya yang signifikan dilakukan oleh Bupati dalam mewujudkan janji-janji tersebut. Kunjungan Bupati ke Jakarta dinilai tidak memberikan hasil yang memuaskan dan diduga dilakukan tidak hanya untuk kepentingan daerah, tetapi juga kepentingan pribadi.
Selain kegagalan mendapatkan anggaran dari pemerintah pusat, dana yang telah disediakan juga tidak dimanfaatkan dengan baik. Keterlambatan penginputan di OM SPAM oleh Dinas PUPR Mukomuko membuat Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2022 senilai Rp 11,9 miliar hangus. Akibatnya, Pemerintah Kabupaten terpaksa melakukan refocusing APBD yang merugikan daerah secara keseluruhan.
Gagalnya Bupati Mukomuko dalam mewujudkan pembangunan pelabuhan mencoreng kinerja pemerintah dan mengecewakan harapan warga Mukomuko. Masyarakat mengharapkan tindakan tegas dari pemerintah untuk memperbaiki situasi ini dan memenuhi janji-janji pembangunan yang telah digaungkan selama kampanye. Kekecewaan semakin meluas di kalangan masyarakat karena stagnasi pembangunan dan penyalahgunaan kekuasaan yang terjadi di Kabupaten Mukomuko.
(DH)